InspirasiBerbagi, (29/07), Memasuki puncak musim kemarau yang memicu krisis air bersih di berbagai wilayah Kabupaten Bandung, Tim Tanggap Darurat dan Kemanusiaan PMI Kabupaten Bandung terus memperluas cakupan aksi kemanusiaan. Hingga laporan terbaru dirilis pada Rabu, 29 Juli 2026 pukul 17:50 WIB, operasi distribusi air bersih serta sosialisasi sanitasi dan promosi kesehatan digencarkan secara serentak demi meringankan beban masyarakat terdampak. Sebelumnya, fokus penanganan darurat telah menyasar sejumlah titik di Kecamatan Arjasari dan Kecamatan Pameungpeuk. Berdasarkan data operasional di lapangan, suplai air bersih darurat telah disalurkan ke beberapa kantong permukiman warga yang mengalami kekeringan ekstrem. Di Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, bantuan air bersih dan pendataan warga mencakup wilayah Kampung Cihonje RT 04 / RW 02 dengan jumlah penerima manfaat mencapai 318 Kepala Keluarga (KK) atau 992 jiwa, yang menerima pasokan air bersih sebanyak 2.500 liter. Selain itu, penyaluran dan pendataan juga menjangkau Kampung Cihonje RT 04 / RW 01 dengan 168 KK atau 650 jiwa, serta warga di Kampung Cihonje RT 02 / RW 01 dan Kampung Bunisakti RT 02 / RW 03. Sementara itu, di Kecamatan Pameungpeuk, pengiriman bantuan serupa difokuskan bagi warga di Kampung Mangki RW 10 (RT 01 & RT 03), Desa Bojongmanggu.

Sebagai wujud komitmen yang berkelanjutan dalam merespons laporan darurat warga, hari ini tim gabungan resmi memperluas cakupan wilayah operasi ke Desa Majalaya, Kecamatan Majalaya. Di wilayah ini, giat tidak hanya berfokus pada pendistribusian air bersih menggunakan armada truk tangki, tetapi juga diisi dengan program Promosi Kesehatan. Tim kesehatan yang diterjunkan langsung ke lapangan memberikan edukasi intensif mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah keterbatasan air, cara pencegahan penyakit berbasis lingkungan, serta demonstrasi menjaga higienitas wadah penampungan air rumah tangga.”Perluasan jangkauan ke Desa Majalaya dan konsistensi penyaluran di Arjasari serta Pameungpeuk merupakan langkah taktis kami. Kami tidak hanya memastikan kuantitas air tercukupi, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan pentingnya sanitasi agar terhindar dari risiko penyakit di musim kemarau,” ujar perwakilan Tim Tanggap Darurat dan Kemanusiaan. Di sela-sela giat distribusi, para relawan PMI Kabupaten Bandung  juga aktif membagikan tips praktis seputar teknik penghematan air rumah tangga. Langkah-langkah sederhana, seperti memanfaatkan air bekas bilasan untuk penyiraman tanaman, membiasakan penggunaan wadah tertutup guna menghindari kontaminasi, serta memprioritaskan penggunaan air untuk keperluan konsumsi, menjadi materi utama agar cadangan air yang ada dapat dimanfaatkan secara bijak dan bertahan lebih lama.(Tim Posko).