Inspirasi_berbagi (17/12) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung sukses menyelenggarakan kegiatan Saresehan PMR se-Kabupaten Bandung. Acara ini menjadi momentum krusial dalam menyelaraskan visi antara pemangku kebijakan, pendidik, dan pembina untuk memajukan gerakan Palang Merah Remaja (PMR) di wilayah Kabupaten Bandung. Acara yang berlangsung interaktif ini menghadirkan empat narasumber kunci dari berbagai sektor diantaranya H. Asep Deni Ramdani, S.Ip., A.Md. (Ketua PMI Kabupaten Bandung), Dr. H. Tom Maskun, M. Pd. (Komisi 5 DPRD Provinsi Jawa Barat), H. Asep Sudrajat, M.Pd. (Perwakilan Kemenag Kabupaten Bandung) dan Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Tono Suryono, S.Pd (Pengawas Kecamatan Soreang)
Dipandu langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Bandung dengan gaya diskusi yang lugas, dinamis dan interaktif, saresehan ini membedah berbagai tantangan nyata di lapangan serta merumuskan langkah strategis ke depan. Tantangan Eksistensi PMR di Sekolah dalam diskusi tersebut terungkap fakta bahwa keterlibatan satuan pendidikan dalam menjadikan PMR sebagai ekstrakurikuler (ekskul) masih perlu ditingkatkan. Dari total lebih dari 2.000 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bandung, hanya sebagian kecil yang memiliki unit PMR Mula. “Harus ada sosialisasi masif melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di semua tingkatan, mulai dari SD/MI hingga SMA/SMK/MA. Kita ingin PMR ada di hati setiap anak dan menjadi kebanggaan mereka,” ujar H. Asep Deni Ramdani.
saresehan yang dihadiri oleh perwakilan Kepala Sekolah, Pembina, dan Asisten Pembina dari 4 SD/MI, 21 SMP/MTs, serta 15 SMA/SMK/MA ini menghasilkan tujuh poin rekomendasi strategis sebagai tindak lanjut, dalam upaya untuk penguatan PMR di Kabupaten Bandung yang diantaranya adalah dalam upaya Pemerataan Ekskul yang dapat Mendorong seluruh sekolah menjadikan PMR sebagai ekskul wajib atau pilihan utama. Sosialisasi Lintas Sektor yang dapat Mengoptimalkan peran MKKS untuk memperluas jangkauan pembentukan unit PMR. Branding PMR dapat membangun citra PMR yang prestisius agar siswa merasa bangga menjadi anggota. Jalur Prestasi dapat memformulasikan kriteria rekrutmen yang terstandar agar sertifikat PMR dapat digunakan sebagai jalur masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Peningkatan Kapasitas Pembina oleh PMI Kabupaten Bandung yang berkomitmen mengadakan pelatihan berkala bagi Pembina PMR di sekolah untuk mengatasi minimnya pengetahuan teknis. Akselerasi Pelatih diharapkan dpat mengatasi keterbatasan jumlah pelatih (KSR) yang saat ini hanya mampu mencetak 30 orang per dua tahun, guna memenuhi kebutuhan sekolah yang sangat besar. Serta Sertifikasi dan Kualitas agar Menjalin kerjasama antar-instansi untuk memastikan pelatih PMR tersertifikasi, sehingga menghasilkan relawan yang berkualitas dengan spesialisasi keterampilan yang mumpuni.
Dr. H. Tom Maskun dari DPRD Provinsi Jawa Barat menekankan pentingnya sinergi anggaran dan regulasi untuk mendukung kegiatan kemanusiaan ini. Senada dengan hal tersebut, pihak Dinas Pendidikan dan Kemenag siap berkolaborasi agar PMR tidak hanya unggul secara kuantitas, tetapi juga tetap mempertahankan standar kualitas melalui pelatih yang kompeten. Melalui saresehan ini, PMI Kabupaten Bandung berharap PMR kembali menjadi primadona kegiatan kesiswaan yang mampu mencetak generasi muda yang tangguh, empati, dan memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi.