InspirasiBerbagi –Suasana senyap di lereng perbukitan Kecamatan Cisarua berubah menjadi mencekam pada Sabtu (26/1) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat selama sepekan terakhir memicu pergerakan tanah hebat di Kampung Pasir Kuning, RT 05/RW 11, Desa Pasirlangu.

Material tanah dari perbukitan meluncur deras menimbun sedikitnya 30 rumah warga saat sebagian besar penghuninya sedang terlelap. Hingga berita ini diturunkan, tercatat 50 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 30 warga lainnya masih tertimbun dan dalam proses pencarian intensif.

Proses evakuasi yang dilakukan tim gabungan menghadapi tantangan berat. Selain akses jalan menuju lokasi yang sempit—menyulitkan masuknya alat berat—cuaca buruk masih membayangi.

“Kendala utama kami adalah intensitas hujan yang masih tinggi di lokasi, yang meningkatkan risiko terjadinya longsor susulan. Selain itu, buruknya sinyal telekomunikasi di area terdampak menghambat koordinasi cepat tim di lapangan,” ujar perwakilan personel di lokasi bencana.

Berdasarkan data sementara, terdapat 158 jiwa (51 KK) yang terdampak langsung. Dari jumlah tersebut, 78 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, meski sebagian besar mengalami trauma hebat dan luka-luka.

Bencana ini memaksa sedikitnya 530 jiwa meninggalkan rumah mereka yang hancur atau terancam. Pemerintah desa bersama relawan telah mengaktifkan dua titik pengungsian utama: Aula Desa Pasirlangu: Menampung 246 jiwa. GOR Desa Pasirlangu: Menampung 284 jiwa.

Kebutuhan akan logistik, selimut, dan obat-obatan mendesak diperlukan mengingat suhu udara yang dingin di kawasan Cisarua.

Aksi kemanusiaan terus mengalir. Palang Merah Indonesia (PMI) mengerahkan kekuatan penuh dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Tak kurang dari delapan satuan setingkat PMI Kabupaten/Kota dan relawan universitas (KSR Unjani dan Unpas) diterjunkan ke titik nol bencana.

PMI Kabupaten Bandung sendiri telah menyiagakan staf dan belasan anggota KSR untuk memperkuat layanan kesehatan, ambulans, dan distribusi logistik. Tim medis kini fokus memberikan pertolongan pertama bagi korban yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan.

Hingga sabtu sore, petugas gabungan masih berupaya melakukan pencarian manual di antara puing-puing rumah yang tertimbun tanah sedalam beberapa meter. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Adapun kekuatan PMI gabungan yang terlibat terdiri dari: PMI KBB, PMI Kab. Bandung, PMI Kota Cimahi, PMI Kota Sukabumi, PMI Kab. Kuningan, dan PMI Kab. Garut. Relawan mahasiswa dari KSR Universitas Unjani dan KSR Universitas Unpas.

Hingga saat ini, tim PMI memfokuskan pelayanan pada tujuh sektor utama: Asesmen berkelanjutan di titik-titik rawan, Pencarian dan Penyelamatan (SAR) korban hilang., Layanan Kesehatan dan Pertolongan Pertama bagi korban luka., Layanan Ambulans siaga 24 jam, Distribusi Logistik untuk kebutuhan mendasar pengungsi dan Penyelenggaraan Posko Informasi.