Inspirasi_Berbagi (09/9)— Pagi itu, suasana di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung mendadak riuh oleh gelak tawa dan langkah-langkah kecil yang penuh rasa ingin tahu. Sebanyak 50 siswa-siswi PAUD KOBER Nurul Jannah, dengan didampingi oleh 7 guru, melangkah masuk untuk mengikuti kegiatan kunjungan edukasi. Kunjungan ini digelar khusus sebagai bagian dari materi pembelajaran bertema “Palang Merah Indonesia” guna memberikan pengalaman belajar yang nyata dan berkesan bagi anak-anak usia dini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan antusiasme tinggi saat para petugas PMI mengajak anak-anak berkumpul di halaman markas. Di sana, sebuah unit ambulans PMI telah bersiaga. Mata anak-anak tampak berbinar ketika fasilitator mengenalkan bagian-bagian kendaraan medis tersebut, lengkap dengan fungsi sirene dan perlengkapan di dalamnya. Tak sekadar melihat, para siswa juga diperkenalkan dengan Tas Pertolongan Pertama (PP) dan diajarkan cara sederhana menangani luka ringan dengan balutan yang rapi namun tetap dibawakan melalui pendekatan yang ceria.
Pembelajaran interaktif terus berlanjut lewat metode bernyanyi bersama. Di sela-sela bait lagu yang energik, para fasilitator menyelipkan edukasi kebencanaan. Anak-anak diajak mempraktikkan simulasi cara menyelamatkan diri yang benar saat terjadi gempa bumi, seperti melindungi kepala dan berlindung di tempat aman. Kemeriahan makin terasa ketika tim PMI memamerkan perahu penyelamat—salah satu alat evakuasi utama yang digunakan dalam penanganan bencana banjir. Anak-anak diajak mengenal fungsi perahu tersebut serta pentingnya menjaga keselamatan di wilayah perairan.
Melalui pendekatan belajar sambil bermain (learning by doing), kunjungan edukasi ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi yang menyenangkan, tetapi juga sarana untuk mengenalkan peran vital PMI di tengah masyarakat. Harapan besar tertanam dari kegiatan ini: agar di dalam diri anak-anak PAUD KOBER Nurul Jannah tumbuh kepedulian terhadap sesama, pemahaman keselamatan sejak dini, serta benih-benih kecintaan untuk menjadi relawan kemanusiaan di masa depan.